Pemkab Bulungan Perkuat Literasi Keuangan Pelajar Lewat Program Satu Rekening Satu Pelajar
fakta99.com, TANJUNG SELOR – Melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap seluruh pelajar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun keterbiasaan menabung yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Di imbau kepada para kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk berperan aktif mengajak peserta didik memanfaatkan rekening tabungan pelajar sebagai sarana mengelola keuangan secara aman, bertanggung jawab serta berorientasi pada masa depan.
Ditekankan bahwa keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, orang tua hingga sektor perbankan. Sinergi yang kuat akan mempercepat terwujudnya budaya menabung di kalangan pelajar.
Pelaksanaan program di perkuat dengan terbitnya Surat Edaran Bupati Bulungan Nomor 500/163/EK. TU tentang Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar yang di terbitkan pada 8 Juli 2026.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, serta Surat Edaran Gubernur Kalimantan Utara Nomor 400.3.3/2431/DISDIKBUD/GUB mengenai Implementasi Program KEJAR. Dan program ini menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang terbiasa menabung, memiliki kedisiplinan finansial dan mengenal layanan keuangan formal sejak usia sekolah.
Sementara itu, Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, bertempat di Gedung PKK, Lantai II, Jalan – Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, Kamis 16/7 menyampaikan komitmen tersebut, di tandai dengan pembukaan kegiatan Sosialisasi Program KEJAR.
Wagub Kilat, menjelaskan Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperluas akses keuangan bagi kalangan pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar KEJAR. Program ini, lanjutnya, di harapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan pemahaman siswa terhadap pengelolaan keuangan sejak usia dini.(**)








