Bupati Syarwani, Wanti Wanti Resiko Cuaca Terik Ancam Kebakaran


fakta99.com, TANJUNG SELOR – Upaya antisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), rumah hunian warga dan lain sebagainya.

Petugas serta aparat memang sudah siap dan sigap tanggulangi. Tetapi semua itu kunci utamanya berada di peran serta masyarakat terutama yang tinggal di pemukiman kawasan rawan. Semua pihak harus waspada, saling jaga aktif mewanti wanti cegah kebakaran sejak dini.

Pencegahan terjadinya bahaya kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan petugas seperti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun aparat keamanan. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan kebakaran yang meluas.

Diharapkan seluruh warga tidak melakukan segala aktifitas yang berpotensi pemicu api, khususnya di sekitar lahan kering kawasan mudah terbakar.

Pengawasan lingkungan perlu di tingkatkan untuk mengantisipasi asal mula munculnya titik api. Ancaman si jago merah di kawasan hutan dan lahan masyarakat di ingatkan agar memperhatikan keamanan rumah dan lingkungan.

Sering terjadinya kebakaran rumah, hutan dan lahan kerap dipicu kelalaian sederhana terutama tempat kediaman rumah tinggal dalam keadaan kosong. Maka di ingatkan, seluruh warga sebelum melangkah keluar rumah pastikan semuanya aman.

Dan jangan lupa cek kompor didapur, cabut colokan listrik yang tidak perlu, pastikan juga tidak ada resiko potensi bahaya kebakaran yang di tinggalkan. Anjuran langkah sederhana ini berarti keselamatan untuk semua.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si mengatakan, kondisi cuaca ekstrim dan kering membuat ranting, semak belukar maupun lahan sangat mudah terbakar. Sehingga percikan api kecil dapat dengan cepat memicu kobaran api kerbakaran apabila tidak segera di tangani.

Menurut dia, terjadinya kebakaran di kawasan kilometer 9, Bumi Rahayu hendaknya menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan termasuk pencegahan dini, ujarnya pada, Jumat 14/8. (**/adv)

Berita Terkait

Top