Mendagri Siapkan Rencana Induk Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltara 2027-2029


fakta99.com, MALINAU – Pembangunan jalan dan jembatan, konektivitas ke wilayah perbatasan di harapkan dapat segera di rampungkan. Dengan terbukanya akses darat, biaya distribusi dapat di tekan sehingga harga komoditas yang di terima masyarakat akan lebih terjangkau. Selain berdampak terhadap distribusi kebutuhan pokok, pembangunan konektivitas di nilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi di wilayah perbatasan.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, SE, MH turut menyampaikan kebutuhan percepatan pembangunan sejumlah ruas jalan di Malinau, khususnya kawasan Apau Kayan. Dari beberapa ruas yang menjadi perhatian yakni, Long Kemuat – Pujungan – Pujungan dan Long Nawang.

Pada sejumlah segmen tersebut, jalur telah tersedia, namun belum dapat berfungsi secara optimal pasalnya, kondisi medan jalan masih sulit di lalui, terutama saat musim hujan.

Oleh karenanya, Pemkab Malinau berharap penyelesaian pembangunan dapat memastikan jalur tersebut benar benar dapat di gunakan masyarakat secara lebih baik serta berkelanjutan. Tentu prioritas yang di tekankan adalah penyelesaian jalur menuju Krayan pada tahun 2027. Percepatan juga di harapkan menjadi bagian dari upaya membuka konektivitas darat menuju kawasan perbatasan sekaligus memperkuat akses masyarakat.

Untuk mengawal pelaksanaannya, mendorong pembentukan satuan tugas khusus (Satgasus) pembangunan jalan perbatasan Kaltara. Satgas tersebut akan melibatkan antarpemerintah daerah dan Kementerian terkait. Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, penyusunan rencana induk di harap menjadi langkah konkret untuk percepatan terwujudnya konektivitas jalan perbatasan Kaltara.

Pembangunan yang di laksanakan secara terencana dan di kawal bersama akan membuka akses masyarakat, memperlancar distribusi kebutuhan pokok termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan. Dengan adanya perhatian dan dukungan pemerintah pusat yang semakin kuat Pemprov Kaltara optimis pembangunan konektivitas perbatasan dapat terus di percepat sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di perbatasan.

Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum mengapresiasi kehadiran Mendagri yang secara langsung membahas persoalan konektivitas di kawasan perbatasan. Gubernur Zainal menyebutkan, penyelesaian jalan dan jembatan sangat penting karena sejumlah wilayah saat ini masih bergantung pada pasokan logistik melalui jalur udara dan sungai. Keterbatasan akses tersebut berdampak pada tingginya biaya distribusi dan harga komoditas yang di terima masyarakat.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), H. Muhammad Tito Karnavian, mendorong percepatan pembangunan konektivitas di kawasan perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) melalui penyusunan Rencana Induk Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltara periode 2027 – 2029. Perihal tersebut di bahas dalam rapat koordinasi (Rakor) yang di pimpin Mendagri bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dalam rangkaian kunjungan kerja Mendagri di Kaltara pada, Selasa 6/10.

Rencana induk akan memuat tahapan pembangunan dan kebutuhan infrastruktur jalan perbatasan yang lebih terarah. Di katakan dalam rakor kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalan perbatasan Kaltara Periode 2027 – 2029 mencapai sekitar Rp32 triliun. Rencana tersebut selanjutnya akan menjadi bahan untuk di sampaikan kepada Presiden Republik Indonesia sekaligus menjadi dasar pengawalan pembangunan lintas Kementerian dan Pemerintah daerah, ujar Tito Karnavian. (**/Dkisp)

Berita Terkait

Top