Angka Stunting di Bulungan Turun Drastis


fakta99.com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan yang telah berupaya maksimal dalam menurunkan angka stunting menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, prevalensi stunting di Bulungan berhasil turun signifikan dalam empat (4) tahun terakhir, hingga mencapai 15,9 persen pada 2024.Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si menegaskan, penurunan stunting merupakan prioritas nasional serta sekaligus komitmen kuat Pemkab Bulungan untuk membangun generasi yang sehat dan produktif. “Stunting bukan sekadar isu pertumbuhan fisik, tetapi juga menyangkut kecerdasan, produktivitas hingga masa depan bangsa. Berbagai langkah strategis telah di implementasikan secara terpadu untuk mempercepat penurunan stunting daerah. Mulai dari rembuk stunting hingga tingkat kecamatan, penguatan peran Posyandu, pelatihan kader kesehatan, peningkatan cakupan gizi balita serta intervensi berbasis data bagi keluarga beresiko. Kita juga menerapkan pendekatan pentahelix yang melibatkan dunia usaha, akademisi, media, masyarakat dan pemerintah. Dari hasil pemantauan SSGI prevalensi stunting di Bulungan terus menunjukkan perbaikan. Pada tahun 2021, angkanya masih menunjukkan 22,9 persen. Kemudian turun menjadi 18,9 persen pada 2022, dan sempat naik ke 22,6 persen di 2023. Namun kembali turun drastis menjadi 15,9 persen pada tahun 2024. Penurunan ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor dan keterlibatan aktif pemerintah desa (Pemdes), kader Posyandu serta seluruh masyarakat. Syarwani juga menghimbau agar seluruh pihak tetap waspada dan konsisten menjaga tren positif ini. Kita harus pastikan setiap anak menjadi tumbuh sehat, cerdas dan bebas dari stunting. Kita tidak ingin stunting jadi warisan bagi generasi mendatang. Bupati menegaskan, Pemda Bulungan terus memperkuat kolaborasi dan memastikan seluruh program intervensi berjalan efektif di lapangan. Ini bukan soal angka, tetapi tentang masa depan anak anak Bulungan serta kualitas sumber daya manusia (SDM) kita di masa depan, ujarnya.

Berita Terkait

Top