Bulungan Optimalkan Penurunan Stunting Melalui Pendekatan Inovatif
fakta99.com, TANJUNG SELOR – Peran aktif orang tua, khususnya figur ayah dalam pengasuhan anak di era digital sangat penting. Serta perlu pengawasan terhadap penggunaan gawai anak agar tidak merusak segi pola fikir dan kesantunan generasi muda.
Selain keterlibatan para pemangku kepentingan, pentingnya peran orang tua membangun keluarga, khususnya penurunan prevalensi stunting.
Kemudian beralih berdasarkan data penyediaan air bersih melalui Perumda Air Minum saat ini baru berkisar lima dari sepuluh kecamatan yang ada di Bulungan, di mana pemenuhannya terus di tingkatkan secara bertahap bersama Kementerian PUPR melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Menyoroti pemenuhan kebutuhan sanitasi dan air bersih. Di sektor hilir yang berkaitan dengan infrastruktur pendukung kesehatan. Langkah tersebut di harapkan dapat meminimalisir potensi lahirnya generasi stunting baru akibat pernikahan dini, pergaulan bebas maupun dampak buruk narkoba.
Intervensi antara sektor hilir (penanganan), serta sektor hulu (pencegahan) harus di lakukan seimbang. Ditingkat hulu langkah konkret telah di lakukan melalui kerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memberikan edukasi dan pemahaman awal bagi para calon pengantin (catin) melalui Kantor Urusan Agama (KUA).
Sesuai dengan tagline, Bulungan BISA ! (Berdaulat, Inklusif, Sinergi dan Adaptif) kita harus membuka ruang seluas luasnya untuk bekerja sama. Tentu, Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Di perlukan ruang yang luas bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta para pelaku usaha untuk saling bersinergi secara inklusif dalam pembangunan keluarga dan penurunan prevalensi stunting.
Penanganan isu strategis seperti stunting serta pembangunan keluarga tidak boleh hanya menjadi domain pemerintah daerah semata. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan – Provinsi Kalimantan Utara, Bupati Syarwani, S.Pd, M.Si, menegaskan, mengoptimalkan pelaksanaan program program pembangunan keluarga juga penurunan prevalensi stunting melalui pendekatan yang inovatif dan kolaboratif. (**)








