Ketua Dekranasda Kaltara Dorong Peningkatan Kualitas SDM dan Produksi Batik agar ‘Go Nasional’
fakta99.com, TANJUNG SELOR – Kegiatan pelatihan pembatik di Kalimantan Utara (Kaltara) tak sekadar menghadirkan proses belajar, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi bagi lahirnya wirausaha lokal yang mampu mengangkat identitas daerah melalui kain batik. Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Wirausaha Baru Pembatik tingkat dasar dengan pewarna sintetis, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UMKM (Disperindagkop) Kaltara bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus mengembangkan keterampilan membatik.
Kegiatan signifikan ini di buka oleh Ketua Dekranasda Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal Arifin Paliwang, SH., hadir berdampingan Wakil Ketua Dekranasda Kaltara, Kornie Serliany Ingkong Ala, ST bersama Wakil Ketua Dekranasda Bulungan, Martina Kilat, S.Sos. Pada kesempatan tersebut, Rahmawati menaruh harapan besar agar pelatihan ini mampu mendorong peningkatan kualitas dan produk batik khas Kaltara. “Saya berharap kualitas dan kuantitas produksi batik khas daerah dapat meningkat, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional”, kata Rahmawati. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci penting dalam pengembangan industri batik.
Oleh karena itu, pelatihan ini juga diharapkan melahirkan komunitas pengrajin baru yang berasal dari berbagai kalangan mulai dari instansi hingga pelajar. Ia mengungkapkan rencana untuk menjalin kerjasama dengan daerah lain yang sudah lebih maju dalam industri pembatik. Langkah ini, lanjut Rahmawati lagi, di harapkan dapat membuka wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan para pengrajin lokal. “Kami, ia menambahkan, ingin belajar langsung dari daerah lain agar batik Kaltara bisa lebih berkembang”.
Tak sekadar itu, Ketua Rahmawati apresiasi dan memberikan support penuh mendorong lahirnya motif khas daerah yang nantinya dapat di gunakan oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Pemprov (Pemprov) Kaltara sebagai bagian dari promosi produk lokal.
Adapun pelatihan tersebut mulai di buka sejak 27 April hingga 01 Mei 2026. Seluruh peserta dari berbagai kabupaten atau kota menyambut antusias demi mengikuti setiap tahapan pelatihan sebagai bekal untuk mengembangkan usaha dan memperkuat identitas budaya daerah, ujarnya. (**/dkisp)








