Malinau Siapkan Beasiswa Desa Sarjana, Terjaring Sedikitnya 2000 Siswa-siswi


fakta99.com, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau, kembali unjuk komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program Sarjana Unggul dan telah melaksanakan rutinitas kegiatan sejak enam (6) tahun lalu. Bupati Malinau, Wempi W. Mawa secara tegas menyatakan hal tersebut ketika menghadiri kegiatan Kick-Off dan sosialisasi Program Pendampingan Peserta Desa Sarjana Unggul Tahun 2026 yang digelar secara daring menempati ruang rapat kerja Bupati, Sabtu 27/3.

Wempi, dalam sambutannya mengatakan, program ini sebagai inovasi strategis daerah demi mencetak generasi sarjana yang tidak sekadar berpendidikan tinggi, akan tetapi juga memiliki komitmen kembali membangun desa. “Program unggulan untuk mencerdaskan anak bangsa ini kami bangun dengan semangat dari desa. Dengan harapan kedepan anak-anak Malinau yang telah menempuh pendidikan tinggi bisa kembali dan berkontribusi untuk membangun serta kemajuan kampung halaman”, ungkapnya. Ia juga menyebutkan, sejak peluncuran jenjang program desa sarjana di tahun 2021, dan kini masuk ketahap tahun 2026.

Kegiatan ini memiliki sedikitnya 2000 (dua ribu) peserta yang berasal dari 103 desa tersebar di Malinau. Peserta mendapatkan kesempatan atau peluang terbuka melanjutkan pendidikan ke berbagai jenjang perguruan tinggi baik didalam maupun diluar negeri. Seluruh pembiayaan program ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malinau mencakup, biaya kuliah, biaya hidup hingga kebutuhan tempat tinggal bagi mahasiswa-siswi. “Pihak orang tua cukup mendoakan serta memberi semangat. Semua kebutuhan pendidikan sudah kami tanggung”, tegas Wempi.

Para peserta kini tersebar di sejumlah wilayah yakni, Kalimantan, Pulau Jawa, Sulawesi, Bali dan meluas hingga keluar negeri diantaranya, Tiongkok, Malaysia termasuk Yaman dengan berbagai ragam bidang studi strategis seperti, kedokteran (dr), teknik, bidang keagamaan.

Dipaparkan oleh Bupati bahwa, program tersebut tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima manfaat tetapi juga dampak jangka panjang, mencetak sarjana yang mampu menjadi agen perubahan serta mendorong kemajuan ekonomi desa. Dia menghimbau, pentingnya pendampingan berkelanjutan, baik di dalam aspek akademik sekaligus pengembangan karakter dan integritas.

Pemkab Malinau turut menggandeng Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara sebagai mitra pendamping. Kesinambungan program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam mendukung sektor pendidikan, termasuk kebijakan pembebasan biaya pendidikan bagi pelajar dari tingkat dasar hingga menengah di Kabupaten Malinau.

Sementara itu, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa mengingatkan, kepada mayoritas peserta didik untuk memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan pada program tersebut serta tetap memiliki semangat pengabdian kepada daerah. “Keberhasilan yang diraih bukan hanya untuk diri sendiri, namun terlebih untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat, ujarnya.

Berita Terkait

Top