Sekda Malinau Himbau Lulusan S2 UNY Buktikan Gelar Perkuat Kinerja


fakta99.com, MALINAU – Pertama tama yang harus dilakukan adalah bersyukur, dengan selalu mensyukuri atas segala pencapaian maka kita tahu arti kata cukup, tahu arti berlimpah dan tidak akan pernah merasa kekurangan.

Kondisi saat ini jauh lebih baik pasalnya, pemerintah telah membuka berbagai akses bantuan pendidikan bagi ASN. Dengan demikian maka diminta para lulusan dapat memanfaatkan kesempatan dengan sebaik baiknya. Khusus bagi para lulusan pendidikan inklusi agar ilmu yang diperoleh dapat di terapkan untuk memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh anak terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan yang belum memiliki Sekolah Luar Biasa.

Para pendidik di tuntut memiliki kreativitas serta kepedulian agar setiap anak tetap memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa terkecuali. Oleh karenanya, kesempatan yang telah di berikan harus berbalas dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja. Ayo tunjukkan kembali di tempat Bapak dan Ibu bekerja bahwa gelar yang di peroleh benar benar membawa azas serta manfaat.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau yang terus memberikan dukungan kepada ASN untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai skema, mulai dari izin belajar, tugas belajar hingga beasiswa. Selanjutnya, komitmen tersebut bahkan mendapat apresiasi dari pemerintah daerah lain.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM, MH menegaskan serta serta mengajak para lulusan Program Magister Pendidikan Inklusi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk membuktikan kualitas diri melalui pengabdian kinerja di tempat kerjanya masing masing.

Ajakan tersebut di sampaikan Sekda Ernes setelah menghadiri yudisium mahasiswa yang di gelar secara daring dari Ruang Tebengang pada, Jumat 31/7. Ernes menambahkan, lanjutnya, pengalaman saat dirinya menempuh pendidikan magister pada akhir tahun 1990. Ia kemudian mengungkapkan familiar perjuangannya membiayai kuliah di tengah keterbatasan penghasilan sebagai pegawai negeri sipil (PNS), ujarnya. (**)

Berita Terkait

Top