PT ASDP, Penyesuaian Tarif Rute Tarakan – Sebawang Tidak Terkait Isu Kenaikan BBM
fakta99.com, TARAKAN – Di beritakan sebelumnya tarif baru penumpang perorangan, dewasa – Rp 60 ribu ditukar atau dinaikkan menjadi Rp 81 ribu rupiah – sedangkan untuk kendaraan sepeda motor roda II Rp120 ribu ditukar naik menjadi Rp190.000 per unit termasuk pengendara penumpang boncengan dan anak.
“Kami mensosialisasikan tarif baru agar masyarakat tidak merasa kaget”, katanya. Ia berharap masyarakat dapat memahami kebijakan penyesuaian tarif yang sedianya diberlakukan sejak tanggal 6 April 2026. Agar KM Manta tetap berada di lintasan Tarakan – Sebawang (KTT) pulang pergi, mengambil skema penyesuaian plus tarif sekitar 15 hingga 20 persen.
Lantaran selama ini produksinya min maksimal, yang di nilai belum mampu menutupi biaya operasional, jelasnya. Kepala Perwakilan ASDP Tarakan menyebutkan, bahwa produksi atau tingkat okupansi penumpang lintasan Tarakan – Sebawang (KTT) masih belum sesuai harapan sehingga sempat muncul wacana pengalihan operasional kapal ke daerah lain.
Menyimak hasil rapat evaluasi beberapa waktu lalu, teman-teman menginginkan KM Manta beroperasi di daerah mereka, ungkapnya. “Kembali soal penyesuaian tarif yang dilakukan, agar rutinitas KM Manta tetap dapat melayani Tarakan – Sebawang.
“Jadi, diluruskannya juga, tidak ada hubungannya dengan isu kenaikan het BBM. Bahkan usulan untuk kenaikan tarif tiket kapal sudah di komunikasikan sejak September tahun lalu. Adanya penyesuaian tarif pada 2022 masih terhitung subsidi”, pungkasnya, Kamis 2/4.
Sementara itu, Kepala Perwakilan ASDP Indonesia Ferry (PT) Cabang Balikpapan Kantor Perwakilan Tarakan, Abd Gafur merincikan, penyesuaian tarif KM Manta dilakukan pasalnya, tarif yang di pasang atau digunakan selama ini masih bersifat subsidi, padahal rute Tarakan – Sebawang telah masuk kategori skema komersial.
ASDP Perwakilan Tarakan, menegaskan penyesuaian harga tiket kapal ferry khususnya KM Manta pada rute Kota Tarakan – Sebawang, Kabupaten Tana Tidung (KTT) Kalimantan Utara (Kaltara) tidak berkaitan dengan isu kenaikan harga bahan bakar minyak BBM akibat konflik di Timur Tengah, Tutupnya.





