DPRD Kaltara Pansus IV Dorong Raperda Literasi Libatkan Komunitas Hingga Bunda Literasi
fakta99.com, TARAKAN – Pengaturan mengenai Bunda Literasi berbasis keluarga menjadi penting karena budaya membaca tidak lahir secara instan, melainkan dibangun dari lingkungan terdekat.
Pasalnya, pengaturan mengenai Bunda Literasi turut jadi perhatian karena dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan gerakan literasi berbasis keluarga termasuk lingkungan sosial.
Keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan literasi berbasis riset serta pengabdian masyarakat. Namun keluarga dipandang memiliki peran penting dalam membentuk minat baca anak sejak usia dini.
Gerakan literasi justeru tumbuh dari inisiatif masyarakat. Diantaranya membuka ruang baca kecil sederhana, ada bergerak keliling membawa dan menyediakan buku. Hal hal sederhana tersebut perlu di dorong juga di perkuat, jangan dibiarkan berjalan atau bergerak individu tanpa dukungan.
Komunitas literasi saat ini adalah penggerak utama budaya baca ditengah masyarakat terutama yang akses baca dan fasilitas literasi masih terbatas perlu mendapat dukungan yang lebih kuat melalui regulasi daerah.
Penguatan peran komunitas literasi, keterlibatan perguruan tinggi maupun keluarga, keberadaan perpustakaan keliling hingga pengaturan mengenai Bunda Literasi menjadi materi yang dibahas.
Sementara itu, Ketua Pansus IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, menggelar Rapat Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi di Kalimantan Utara (Kaltara) pekan lalu, Selasa 26/5.
Dalam pembahasan rapat kerja Pansus IV DPRD, perhatian justeru mengerucut kepada sejumlah isu strategis yang dimaksud sebagai penentu, perkembangan atau punahnya budaya literasi daerah.
Syamsuddin menegaskan, pengembangan budaya literasi tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun pihak sekolah semata. Ranperda harus mampu membangun hubungan antar berbagai elemen yang saat ini hanya bergerak singel individu.
Daerah butuh dorongan gerakan yang hidup berkelanjutan. Ranperda kami arahkan agar komunitas, keluarga, kampus, termasuk perpustakaan keliling memiliki peran yang jelas sehingga dapat saling memperkuat dukungan, pungkasnya. (**)








