Bupati Bulungan Komitmen Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Ekosistem Peternakan dan Pakan Mandiri Role Model
fakta99.com, TANJUNG SELOR – Pengembangan peternakan di rencanakan mengusung konsep ekonomi sirkular yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dan tidak hanya memenuhi kebutuhan daging serta pakan lokal, koridor peternakan juga berpotensi di kembangkan menjadi kawasan wisata edukasi dan penggerak sektor jasa maupun perdagangan daerah.
Untuk mengatasi kendala pakan tersebut Pemkab Bulungan menyambut baik inisiasi dan pendampingan akademis memanfaatkan potensi bahan baku lokal seperti tanaman jagung hingga integrasi singkong (ubi kayu) Limbah tanaman ubi kayu berupa daun, batang, hingga batang berukuran kecil (Undergrade) dinilai sangat potensial di manfaatkan sebagai bahan pakan ternak sapi, kambing dan ternak lainnya.
Diantara perbaikan rantai pakan program ini juga diarahkan sebagai ruang belajar bersama guna meningkatkan kapasitas serta kompetensi para Aparatur Sipil Negara (ASN) pada dinas teknis setempat. Faktor mendasar belum maksimalnya peternak lokal karena tingginya biaya pakan yang di impor dari Surabaya. Saat ini kebutuhan konsumsi daging unggas harian di Bulungan sedikitnya mencapai 6 ton, dominan masih di datangkan dari kawasan luar yakni, Berau dan Tarakan.
Sementara itu, Syarwani, S.Pd, M.Si menyatakan komitmen perkuat ekosistem peternakan termasuk kemandirian pakan di wilayah Bulungan. “Langkah ini di wujudkan melalui kolaborasi lintas pihak bersama PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang di harapkan menjadi percontohan – Role Model pengembangan peternakan terintegrasi di Kabupaten Bulungan.
Bupati juga mengatakan, pentingnya kebersamaan dan kerjasama lintas sektor untuk mengikis ketergantungan pasokan dari luar daerah. “Pemkab Bulungan akan menugaskan penanggung jawab (Person in Charge/PIC), khusus dari Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan agar penyusunan peta jalan (Roadmap) serta pelaksanaan teknis di lapangan dapat berjalan optimal, katanya, Selasa 25/8. (**/Prokompim)








