Wagub Bidik Musrenbang Tematik Forum Mentari
fakta99.com, TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Forum Penjaringan Aspirasi Mentari Kaltara (Menyerap Aspirasi untuk Setara dan Inklusif di Kalimantan Utara) di Ruang Serba Guna, Gedung Perkantoran Gubernur Kaltara, Senin 9/3 pagi. Wagub, mengatakan bahwa Musrenbang TFPAMK ini sebagai wadah partisipasi masyarakat, khususnya kelompok rentan dalam proses perencanaan pembangunan daerah tahun 2027. Forum Mentari juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan, setara dan inklusif, jelasnya. Dalam mengusung tema pembangunan Provinsi Kaltara tahun 2027.
“Pembangunan wilayah yang merata, Sumber Daya Manusia (SDM) berkarakter dan ekonomi bernilai, di harapkan mampu menjawab berbagai isu strategis daerah. Perencanaan pembangunan 2027 di harapkan mampu menjawab berbagai isu daerah seperti peningkatan kualitas SDM, pengurangan kemiskinan dan ketimpangan, peningkatan layanan dasar serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan wilayah perbatasan”, imbuhnya.
Di tegaskan oleh Ingkong bahwa, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Melalui Forum Mentari Kaltara pemerintah daerah membuka ruang dialog yang setara bagi berbagai kelompok masyarakat diantaranya, anak lelaki dan perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat adat, lansia termasuk kelompok rentan lainnya. “Pemerintah daerah tidak boleh hanya berbicara tentang masyarakat melainkan harus berbicara bersama masyarakat”, ujarnya.
Wagub, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah, DPRD, akadesi, organisasi masyarakat sipil hingga mitra pembangunan yang terus mendorong perencanaan pembangunan yang inklusif dan berbasis data. Sementara itu, melalui program sinergi dan kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) yang membantu pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan dan mewujudkan visi Kaltara 2045. Ia berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi tapi juga menghasilkan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan inklusif. “Setiap perangkat daerah harus responsif dalam memberikan tanggapan yang konstruktif serta mengintegrasikan usulan yang relevan kedalam dokumen perencanaan”, tutupnya.








